Showing posts with label Eco Print. Show all posts
Showing posts with label Eco Print. Show all posts

Friday, January 22, 2021

Tutorial Eco Print Teknik Iron Blanket

Siapkan bahan untuk membuat eco print :

1. kain putih yang telah melewati proses scouring dan pre mordanting (optional. kalau mau kedua kainnya berwarna, maka tidak perlu memakai kain utama berwarna putih) 

2. kain blanket yang sudah diwarna ( kain blanket ini bisa dipakai berkali-kali. ditumpuk dengan daun berkali-kali tidak masalah, kadang akan menghasilkan kain yang lebih cantik dari kain utama) 

3. plastik seukuran kain

4. air untuk mengukus ecoprint 

5. tali rafia/tali kasur 

6. Daun/bunga  yang memiliki zat hijau daun/ tanin


Cara membuat eco print teknik iron blanket :

1. Siapkan plastik sebagai alas di bawah sebelum kain dibentangkan. Plastik seukuran kain dan usahakan rata.

2. Bila ingin hasil eco print lebih tua, basahi kain utama yang telah melalui proses pre mordant dengan air tawas (1 liter air dengan 2 sendok makan tawas). Bila ingin warna eco print lebih muda, kain tidak perlu dibasahi. Taruh kain basah/ kering tersebut diatas plastik. Usahakan rata.

 3. Daun yang memiliki zat hijau daun/ tanin direndam dalam air tunjung (70gram tunjung dengan 1 liter air) selama 5 menit lalu dilap sedikit saja hanya  agar tidak ada air yang menetes. Fungsi dari merendam dengan air tunjung agar warna daun muncul lebih pekat saat diproses. Ada beberapa daun yang tidak perlu melewati proses perendaman ini. Contohnya daun jati.  

4. Tempelkan daun pada erea yang ingin dieco print sesuai keinginan anda. 

5. Taruh kain blanket yang berwarna di atas daun tadi. usahakan benar-benar rata dan tidak ada udara di selanya agar tidak menggembung. Bila kain blanketnya telah kering, basahi dengan mencelup ke dalam air tawas yang tadi digunakan untuk membasahi kain putih utama. 

6. Atas sendiri lapisi lagi dengan plastik penutup. 

7. Gulung yang erat semua kain dan plastik tersebut seperti lontong dan ikat erat dengan tali rafia/ tali kasur. 

8. Kukus selama 1-2 jam 

9. buka lontong dan singkirkan daun yang menempel. Angin-anginkan sampai kering

10. Fiksasi  kedua kain tersebut (kain utama dan kain blanket) bisa dengan tunjung, kapur atau tawas. 

11. Angin-anginkan dan kedua kain tersebut siap untuk dipasarkan. 


Kain blanket bisa dijual juga, kadang hasil kain blanket setelah dipakai beberapa kali, akan menghasilkan karya yang unik dan cantik dan harganya lebih tinggi dibanding kain utama. 



Tutorial Cara Mewarnai Blanket Penutup Eco Print (Part 2 )

Siapkan bahan untuk mewarnai kain. Kali ini kita akan membuat blanket berwarna merah, kuning dan orange.  Bahan yang dibutuhkan :

1. kayu secang (warna merah)

2. kayu teger ( warna kuning )  

3. air 


Proses pewarnaan :

1. 1kg kayu secang  dengan 10 liter air direbus akan menghasilkan warna merah  (rebus sampai menyisakan 5liter) 

2. 1kg kayu teger dengan 10 liter air direbus menghasilkan warna kuning (rebus sampai menyisakan 5 liter) 

3. 1/2 kilo secang dan 1/2 kg teger  dengan 10 liter air akan menghasilkan warna orange  (rebus sampai menyisakan 5 liter)

4. Setelah proses perebusan, saring air tersebut. Kayunya dapat dipakai lagi tapi tentu saja akan merosot kwalitas warnanya. Air rebusannya kalau sisa sudah selesai dipakai untuk mewarnai, nantinya dapat disimpan dalam botol dan bisa dipakai lagi. Tapi kwalitas warna akan turun. 

5. Rendam kain putih yang telah melalui proses mordanting ke dalam rendaman pewarna selama 30 menit. Lalu diangin-anginkan di tempat teduh jangan diperas.

 6. Setelah kering bila dirasa warnanya kurang gelap, bisa diulang kembali sampai mendapatkan warna yang lebih tua sesuai keinginan. 

7. Angin-anginkan sampai kering dan siap untuk dikunci warnanya/ di-fiksasi


Jenis fiksasi pada kain

1. 70gram tawas dengan 1 liter air akan menghasilkan warna sesuai warna aslinya

2. 70 gram kapur dengan 1 liter  akan menghasilkan warna yang lebih tua dari warna aslinya

3. 70 gram tunjung dengan 1 liter air akan menghasilkan warna yang lebih gelap dari warna aslinya


Pilih salah satu fiksasi yang akan digunakan, lalu masukkan kain yang telah diwarnai untuk difiksasi. Kucek kain dan bilas 2x dengan air bersih, setelah itu diangin-anginkan. Kain sudah jadi dan siap digunakan sebagai blanket untuk eco-print

 

Tutorial Tahapan Eco Print - Part 1 ( Scouring & Pre Mordanting)

 Bahan yang disiapkan untuk 5 lembar kain ukuran 2m x 1.15m :

1. Kain  katun/ sutra/ linnen/ rayon

2. TRO

3. Soda abu/ suda ash

4. Tawas/tunjung/ kapur

5.  Air 


Langkah yang dilakukan sebelum kain diproses menjadi eco print :

1. Scouring kain 

a. Masukkan 3 sendok makan TRO  ( Singkatan dari Turkey Red Oil merupakan serbuk sabun tanpa pewangi dan pelembut) pada ember 

b. Masukkan air 10 liter air hangat 

c. Pastikan larutan tercampur rata

d. Masukkan kain katun/ sutra/ linnen/ rayon ukuran 2m x 1.15m (bisa menggunakan kain yang biasa dipakai untuk membatik) rendam selama 10-15 menit

e. Kucek kain perlahan sampai lapisan pabrikan yang melekat pada kain luruh. 

f. Bilas kain dengan air bersih 2x lalu diangin-anginkan sampai kering (jangan dibawah terik matahari)

g. Kain sudah bisa digunakan untuk proses berikutnya


2. Mordanting kain menggunakan tawas/ tunjung/ kapur dengan soda ash/ abu soda 

a.  Siapkan 280 gram tawas

b. Siapka 120 gram soda abu

c. Didihkan 20 liter air 

d. Masukkan tawas

e. Masukkan soda ash sedikit-sedikit dan perlahan  (ketika soda ash dimasukkan maka air akan sedikit berbuih dan naik ke atas.)

f. Aduk merata

g. Masukkan kain satu persatu rebus selama 1 jam dengan api kecil.

h. Setelah 1 jam, matikan api dan biarkan direndam selama 8 jam 

i. Bilas dengan air bersih 1x tidak perlu dikucek dan jangan diperas. 

j. Angin anginkan di tempat teduh sampai kering ( jangan diperas jangan kena matahari secara langsung )


Kain yang sudah melalui proses scouring dan pre mordanting, dapat disimpan sebelum digunakan untuk ecoprint. 

 

Yang perlu diingat adalah :

 tawas akan menghasilkan warna sesuai warna aslinya

 kapur akan menghasilkan warna yang lebih tua dari warna aslinya

tunjung  akan menghasilkan warna yang lebih gelap dari warna aslinya